Jalan Braga
By
Jhon Wiyono
—
Thursday, August 28, 2014
—
Add Comment
![]() |
Jalan Braga |
![]() |
Jalan Braga |
![]() |
Jalan Braga |
Sampai th. 1874, cuma ada 6-7 rumah dari batu di Jalan Braga. Sebelum saat th. 1882 Jalan Braga dinamakan Pedatiweg, dengan lebar seputar sepuluh mtr., juga sebagai penghubung Groote Postweg (Jalan Raya Pos/saat ini Jalan Asia-Afrika) dengan Koffie Pakhuis (Gedung Kopi) punya Tuan Andries de Wilde (saat ini jadi Balai Kota Bandung).
Pada th. 1882 bersamaan dengan pendirian Tonil Braga, Asisten Residen Bandung, Pieter Sitjhoff, ganti nama Pedatiweg jadi Bragaweg. Saat itu jalan diperkeras dengan batu kali, serta lampu-lampu minyak dipakai untuk penerang jalan. Saat jalur kereta api Batavia-Bandoeng di bangun pada th. 1884, ujung Bragaweg yang terdapat dekat pusat kota sudah berkembang cepat, sedang sisi utaranya masih tetap berbentuk rimba karet. Ada juga pendapat lain menyampaikan, sesungguhnya nama Braga telah digunakan pada th. 1810 serta dipopulerkan pada th. 1887 oleh Tonil Braga.
![]() |
Penjual Lukisan Di Jalan Braga |
Pada akhirnya, Bragaweg berkembang jadi daerah pertokoan terpenting di semua Hindia-Belanda. Beberapa orang onderneming (perkebunan) di seputar Bandung dengan beberapa pribumi, mojang geulis (gadis cantik) serta jajaka kasep (jejaka tampan) umum bergaul serta selesai minggu di Bragaweg.
Th. 1900, penggal jalan Gereja serta jalan Braga mulai diaspal. Jalan Braga pun jadi daerah pembangunan yang cepat. Pada th. 1906 di buat ketentuan perihal standard bangunan toko di jalan Braga, seperti jenis bangunan style barat yang semula terbuka dirubah jadi bangunan perdagangan tertutup. Memiliki bentuk beragam, dari mulai langgam classic sampai arsitektur moderen.
Histori moderen jalan Braga, yang lalu sangatlah popular terlebih lantaran keasriannya, diawali pada dekade 1920-1930-an, saat lokasi itu jadi pusat pertokoan eksklusif yang cuma menjual beberapa barang berkelas. Rencana ini dicetuskan oleh wali kota Bandung waktu itu. B. Coops yang inginkan Bragaweg jadi pusat pertokoan bergaya barat di Nederland-Indies.
![]() |
Jalan Braga |
Histori mengungkap bahwasanya, kota Bandoeng “tempo doeloe” populer juga sebagai “Parijs van Java” pertamakali pada seputar th. 1920-1925. Saat itu, kota Bandung tengah giat-giatnya di bangun jadi pemukiman yang indah serta komplit dengan fasilitas untuk penuhi keperluan warganya. Warga Eropa yang tinggal di Bandung terus menjaga situasi lingkungan kehidupannya di tengah-tengah orang-orang pribumi, baik rumah tinggalnya, pola hidup, menu makanan, ataupun langkah berpakaiannya keseharian.
“Bursa Tahunan” (Jaarbeurs/Pasar Malam) juga mulai diselenggarakan di suatu komplek di jalan Aceh, dengan beragam jenis acara serta tontonan, seperti teater sandiwara serta musik yang diadakan tiap-tiap th. pada bln. Juni-Juli.
![]() |
Jalan Braga |
Jalan Braga |
Namun Haryoto Kunto menuturkan, julukan “Parijs van Java” bukanlah untuk tunjukkan keindahan dan kemodernan seperti di Paris, tetapi lebih pada kecantikan serta kemolekan mojang-mojang Priangan, yang serupa dengan kehidupan serta kejelitaan wanita-wanita di Paris.
Untuk mengunjungi Bandung city tour Jalan Braga seperti di atas, kami sediakan service transportasi atau anda dapat menghubungi kami di alamat :
PT. TJP Seratour
Jl. Juanda 477Bandung 40135
Office : 022-2535898
Irma : 0817613152/081221270000
BBM invite by E-mail : irma.rahmawati.wiyono@gmail.com
Jhon Wiyono : 0818220650/085722203000
BBM invite by E-mail : jhonwieyono@gmail.com
www.seratour.com www.buswisatabandung.com
0 Response to "Jalan Braga"